Kamu di bulan Juni
Bersama hujan bulan Juni, hadirmu adalah imajinasi
Yang ku pupuk di ujung pelupuk mata, tertandingi
Oleh yojana, inspirasi dan ekspektasi.
Di bulan Juni, rodaku berputar terus, tak henti berlari
Mencampakkan hatiku yang tak lagi menyikapi rasa.
Namun kamu tiba begitu saja sebelum aku berangkat
Meninggikan waktu yang sedikit lagi akan terbuang.
Aku menemukan sulalah atma dibalik kedipan mata
Usang, tertimbun tanah kotor dan basah
Kemudian kamu tarik atma itu kembali hidup di kenyataan
Bahwa pesan kehidupan adalah untuk diperjuangkan.
Tidak ada lagi dayaku agar sama seperti kamu
Baik dari hulu sampai ke hilir, aku harus menjadi aku
Memulai lagi dari hulu, mencari identitas diri lagi
Karena kamu di bulan Juni.


Komentar
Posting Komentar