Rumah Tua



Lampu itu tak mati
Pendarnya masih memancarkan kehangatan
Rumah tua ini pun masih rapi
Masih sarat akan kenangan.

Jauh dalam lorongnya, seorang tahanan
bukanlah jeruji, tapi pintu dan jendela.
Berusaha menahannya agar merasa aman
dibalik beban pikirannya.

Berulang kali kakinya menapak tanah
tapi rumah itu lebih dingin
tak sepanas jalanan yang membara
dan segala sesuatu diterpa angin.

Matanya sembab
berhari-hari terjaga, tak bermimpi
menyingkap keinginan akan banyak sebab
padahal ia sangat senang bermimpi.

Suatu siang, hatinya amburadul
mimpinya tinggi rendah
kakinya mondar mandir bak bandul
pikirannya makin riuh resah.

Meski rumah itu sekarang begitu dingin
kematian telah merenggut kasihnya
ia pula amat sangat teringin
diinjaknya aspal panas, ubah.
Kehidupannya sangat ingin ia ubah. 

Komentar

Postingan Populer